Filed under hanya saja(k)

tentang angin

tentang angin

malam mengantarkannya kembali kepada kesunyian kepada mereka yang jatuh mabuk kepayang lalu bersandar lagi ke tepian ditemani hanya cahaya temaram dan langit tanpa bintang tiada tawa yang dipanggil sudah berapa windu? tak ada yang mau tau hanya dingin berkeliaran diantara jeda angin, begitu ia memanggilku dulu

Percuma

Percuma

  percuma adalah saat kita berusaha berlawanan arah, namun ternyata berhenti di tempat yang sama. mungkin kakimu lelah karena terus melangkah, mungkin saja aku juga sekedar singgah. kita suka berjalan tanpa alas agar bebas saat menyusuri lingkaran kenangan. memang nyaman, namun menyakitkan. pada akhirnya, kita tidak pernah mau menyerah demi satu alasan; percuma, bukan cinta.

Hanya Saja(k) III

ku sampaikan rindu melalui jemari yang menyatu ku titip kecup dalam harap yang kau cabut ku hamparkan peluk di punggungmu di bawah kemilau cahaya yang menerangi ku tahu hatimu menari 28 September 2011, 1:50 am

FULLMOON #sajak

  Someday you may leave Someday you may ask “where to?” I will also leave you… to nowhere but an answer “The only place you should go, is to the moon… and never return” Cause every time the sun is off, that is the time we are on We can switch a glance, but never … Continue reading