What De Gea, Mike Shinoda & Bradley Cooper have in common?

Sekolah di SMK dengan jurusan perhotelan, membuat saya belajar mengenai hospitality. Dimana kami juga belajar mengenai grooming. Saya terbiasa melihat pria ‘bersih’ alias selalu well-shaved jenggot, jambang, kumis maupun goatee nya. Ini juga yang bikin saya lebih suka sama cowo yang ‘bersih’. Kayanya kalau jenggotan gitu berantakan dan jorok. Kalau lagi punya pacar dan mukanya mulai ditumbuhi rambut-rambut tsb, saya langsung protes dan minta dia cukur. Risih banget deh pokoknya.

Hal ini berubah ketika Manchester United, tim bola favorit saya, kedatangan penjaga gawang baru yaitu David De Gea. Saya memang lagi cari alibi untuk setia nonton pertandingan mereka setelah David Beckham keluar bertahun-tahun yang lalu. Suka sih sama tim nya, tapi masih berasa bosen aja kalau harus duduk depan TV melototin kepala botaknya Rooney. Harus cari penyegaran. (udah mulai kaya cowo ya kelakuannya?).

Kedatangan De Gea bagai angin surga yang menguatkan alibi saya. Ternyata kita seumuran (berasa akrab), ternyata dia dari Spanyol yang menjelaskan kenapa dia begitu ‘aauuuummmm..’, ternyata nama awalnya David juga sama kaya Beckham, yang paling penting ternyata dia jambang-an/brewokan. I have never been a fan of a man with beard, etc. Tapi semenjak lihat De Gea langsung sukaaa! hehehe…

Mungkin karena perbandingan ini juga sih, De Gea yang ‘bersih’ kelihatan kaya bocah banget kan?


bandingkan dengan De Gea yang sudah masuk Manchester United dan menjadi ‘aauumm…’

beda, kan? Inilah yang membuat saya sadar bahwa jambang/brewok itu ga melulu bikin orang keliatan jorok tapi bisa jadi keliatan keren. Pemikiran yang cetek sih, emang. But one small thing indeed can make a huge differences. 
Beberapa minggu kemudian, tibalah waktunya konser Linkin Park. Band rock alternative yang sudah saya gandurngi semenjak saya SMP. Alasan ngefansnya simple, karena saya suka sama Mike Shinoda nge-rap. Keren banget bisa nge-mix lagu rock dengan scream cadas-cadasnya Chester sama rap. The beat and the lyrics are always go right, only a deep satisfaction within me that left.
21 September 2011, di konser itu saya melihat langsung Mike Shinoda. finally after  7 years full of regret couldn’t make it to their first concert in Jakarta. Dia memakai kemeja kotak-kotak, aseelliikk ‘auummm..’. dan dannn, rambutnya ditata rapi dandy, belah pinggir ala englishman. Lebih syok ngeliat dia ternyata jambangan dan brewokan juga… kyaaa… sukaaaa!!!
My Mike! A multi-talented man, main alat musik bisa, nge-rap bisa, nge-rock bisa, produce lagu bisa banget, also stylish! Dia memperkuat alasan saya suka cowo berjambang & brewokan.
Pertama saya pikir ga bakal segitunya. Sampai beberapa minggu yang lalu, di kampus ada cowo berjambang lewat and I am surprisingly amazed! whoaa.. he’s hot. Pemikiran saya ini diperkuat lagi setelah menonton The Hangover II. Baru sadar selama ini saya menggemari Bradley Cooper yang juga jambang-an/brewokan!
Makin yakin, makin kuat iman. Saya sudah secara resmi berganti haluan dan kemakan omongan. Sekarang saya sukaaaa banget liat cowo jambang-an/brewokan gitu. Goatee masih so-so lah. Tapi tetap saya masih belum bisa mentolerir kumis. Masih belum kepikiran apa bagusnya cowo kumisan. Kan cuma bikin mereka keliatan tua, not cool. Jambang/brewok nya juga yang well-groomed gitu yaa, bukan yang kaya Santa atau Brad Pitt after Benjamin Button movie.
so, what De Gea, Mike Shinoda & Bradley Cooper have in common?
1. Beard
2. Talent
3. My love (jadi kaya lagunya Westlife…)
Advertisements

2 thoughts on “What De Gea, Mike Shinoda & Bradley Cooper have in common?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s