Is Timing Everything?

Terinspirasi dari Sex and The City series yang saya tonton di HBO barusan, bagaimana Carrie berpikir tentang waktu. Akankah hidup berbeda ketika kita menjalaninya 10 menit lebih lama? Akankah suatu hal tidak akan terjadi saat kita datang 10 menit lebih awal?

Hal yang baru-baru ini saya alami mengenai waktu, adalah ketika saya terlambat mengangkat telepon. Sang penelpon akan berpikir saya sibuk, tidur, dsb. Sedangkan saya akan kecewa karena dering telpon baru 2-3 kali tapi sudah mati. Tidak ada kelanjutan dari telepon tersebut, saya akan berpikir bahwa sang penelpon tidak ada hal serius yang ingin disampaikan. Padahal mungkin ia sendiri berpikir saya sedang sibuk. Mungkin saja ini kesalahpahaman dalam berkomunikasi, tapi saya jadi berpikir, kalau saya lari lebih cepat dan meraih telepon genggam untuk menjawab telepon, tidak akan ada kesalahpahaman.

Saya pernah juga ketinggalan pesawat saat hendak ke Thailand pada maret lalu. Sampai saya batal ke Koh Phangan untuk fullmoon party yang menjadi tujuan utama. Akhirnya saya stuck di Phuket dan menjalani liburan yang sehat. Entah apa yang terjadi kalau saya pergi ke Koh Phangan, mungkin tidak bisa mengontrol diri? (ah, jangan sampai!).

Di Phuket, saya berkeliling pulau yang indah dengan desiran ombak yang tenang dan pasir putih. Angin pantai yang sejuk dan menyegarkan serta buah-buahan segar saya nikmati dari atap kapal pesiar. Sungguh menyenangkan. yang saya sesali hanya kenyataan bahwa pada keberangkatan seharusnya saya satu pesawat dengan Mr. Ong dan pegawai Mavericks lainnya. I really adore that PR firm, would be nice to know the people as well. I mean, satu pesawat, di hari dan jam yang sama? Saya beli tiket sudah dari Juli 2010 dan kebetulan sama dengan mereka. Kebetulan (yang seharusnya) menyenangkan. Di waktu yang sama, seharusnya kita bertemu, waktu jugalah yang memisahkan (baca: TELAT!)

Sama halnya dengan kasus pengiriman peti mati pada petinggi Detik.Com yang baru kehilangan anak, bad timing?

Ketika menemukan hal janggal dalam telepon genggam pacar di saat suasana hati senang, bad timing?

Berkeluh kesah kepada sahabat di hari ulang tahunnya, bad timing?

yang jelas, tidak pernah ada waktu yang tepat untuk menyampaikan berita, baik atau buruk. Tergantung bagaimana kita menanggapinya. Selama ini saya selalu ngotot untuk menikah di atas umur 25 tahun, apapun yang terjadi. and I am the kind of girl who sticks with commitment. Sampai akhirnya pada awal 2011, out of no where I had this conversation with mom at the airport. Beliau bilang: “Kalau udah ketemu jodohnya, kenapa engga? jangan nolak. Mama malah seneng akhirnya kamu ada yang jagain”. that time, I literally wanna cry, terharu dan bersyukur. Saya ingin menikah di atas 25 tahun karena ingin membahagiakan orang tua dulu (klise sih…) dengan meraih kesuksesan. Tapi ternyata, yang membuat mama saya bahagia adalah bukan melihat saya sukses, tapi melihat saya bahagia. Rasanya sampai sekarang selalu terharu ingat kalimat itu. a true love within family. Sekarang, saya tidak ada target. Kalau sudah ‘waktunya’ datang si jodoh, kenapa engga?

Pengalaman yang lain, there was a guy at his late 20s. he said he’s madly in love with me, and yes, he showed it and proved it. Shortly, he didn’t lie about his feelings. Tapi saya tidak betul-betul menginginkannya, saya takut akan komitmen serius yang berujung ke pelaminan. Mengingat umurnya yang sudah matang sedangkan saya masih remaja (I was about 18-19 yo). so I dissapeared and few months after, he dated another girl and married! Sungguh melegakan. Saya tidak menyia-nyiakan waktunya untuk bersama saya yang tidak ‘serius’. Kalau saja akhirnya, let’s say we dated for a few months and at the end we’d break up. Dalam waktu beberapa bulan tersebut harusnya ia sudah bertemu ‘jodohnya’, tapi karena ia bersama saya, tentu itu menghambat. Saya tahu jodoh itu diatur Tuhan, tapi kelakuan manusia juga bisa ‘memperlambat atau mempercepat’. Saya tidak ingin berargumentasi tentang agama dengan Anda yang meragukan teori saya. Hanya menyarankan, untuk tidak menghabiskan waktu dengan orang yang tidak membuat Anda bahagia cuma karena asas kenyamanan.

Anda tidak akan pernah berhenti bila terus mencari yang lebih baik, itu betul. but, is the searching time worth it?

mungkin, the big question would be:

is it worth your time?

dan ketika hal itu terjadi, silakan nikmati bersama lagu The Time milik Black Eyed Peas….

I wish you’d have the time of your life…!

The time is always right to do what is right.” – Marthin Luther King Jr

Advertisements

3 thoughts on “Is Timing Everything?

  1. We’ve had a conversation about this..haha
    so the right man for the right woman with the right purpose at the right time?
    wish you get the best by
    Regards

      • i meant the paragraph bellow the clock with heart picture..
        btw i won’t watch JRL because i prefer to watch “Rockvoltion” on July 23 at Senayan
        i’m gonna watch RUFIO,,haha…
        I’ve missed their last concert in Jakarta…
        So, have you got “jarret’s Ticket” already? haha
        I wish i’ll see you appear online on my contact list

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s