#LSDPR TRIP

Kuliah di jurusan Public Relations yang materinya terbilang sedikit sehingga ada beberapa mata kuliah tambahan yang kadang ga penting-penting banget sih… in terms of ‘study’ mungkin belajar politik penting tapi in real life, who cares..right? Suka atau ga, kami dapat mata kuliah Sistem Politik Indonesia. Sang dosen mengajak kita mengunjungi DPR pada 12 Januari 2010 beserta 100-an mahasiswa dari kelas lain. Saya jadi inget waktu SD dulu paling seneng study tour yang ujung-ujungnya malah tamasya. Malam sebelumnya udah persiapan bawa banyak cemilan dan hari H malah sibuk ngemil daripada belajarnya.

Kembali ke topik, jam 9.30 saya dan teman-teman sudah sampai di gedung DPR. Kami digiring ke ruang KK II yang biasanya digunakan untuk rapat gabungan.

Ruang KK II (courtesy DPR)

Saya duduk di tempat yang katanya biasa untuk Dirjen, di sebelah kanan pembicara. Jam 10.00 pagi kami disambut Humas DPR & beberapa teman saya mulai senderan, menyibakan rambut ke depan, ambil ancang-ancang untuk… TIDUR! Dari tweet mereka, inilah beberapa alasan mereka ngantuk:

  1. Kursi nyaman
  2. AC yang pas! Tidak terlalu dingin ataupun panas.
  3. Cara pembicara menyampaikan materi was sooo lame and boriiinngg!

Di poin ketiga saya memang merasakan betul, berharap bisa punya pemimpin yang cara bicaranya seperti Obama. Penuh energi. My friend next to me tweeted: “I ain’t listening this crap not because its so full of trash but because I’m sleepy n hungry. Peace out!” and RT-ed by lotsa friends of mine too. LOL.

Sang humas pun melihat hal ini dan menjadikannya sebagai contoh lalu bilang:

“Saya liat ade-ade juga banyak yang tidur. Jadi kami tidur dalam rapat adalah manusiawi,  setelah lelah bekerja semalam”

Baiklah pak, kalau mau bicara manusiawi berarti ada logika sebagai manusia kan? Logikanya, tidur itu malam hari dan di rumah, bukan di kantor. Siang ya kerja. Mohon maaf saya sebagai rakyat tidak setuju membayar orang berpuluh-puluh juta beserta fasilitas mewahnya tapi kerjanya cuma tidur.

Tak lama kemudian, datang Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso. Disambut humasnya yang bilang:

“Kepada Bapak Priyo waktu dan tempat kami silakan”

Dear Humas DPR, kemarin saya baru belajar tekhnik MC & Protocol. Dosen saya surely knows better than you. Bukan silakan pak, tapi SEDIAKAN. Jangan samakan penyambutan resmi ini dengan acara-acara di kelurahan yang banyak salah tatanan bahasanya. Akan sangat dihargai bila Anda terus berusaha membuka mata & belajar hal-hal baru 🙂

Pak Priyo mulai penjelasan dasar tentang DPR, kinerja, fungsi serta rencana gedung baru. Cukup menyenangkan mendapatkan pejelasan langsung dari wakil DPR. I was really curious with things he’d say. and that was it, 20 mins has passed away and we’re all starting to set our most cozy position to…sleep. penyebabnya masih sama seperti 3 poin di atas, lebih ditekankan di poin ke-3.

Menurutnya negeri kita paling mendekati konsep Yunani daripada Amerika, karena kita memilih sendiri pemimpin kita dari tingkat desa sampai kota. Bahkan hampir 8 bulan sekali rakyat kita memilih pemimpinnya. Dan penjelasan lain-lain tentang jaman Soekarno – Soeharto yang, maaf, saya sudah lupa. Tapi bisa di google sendiri aja kalau Anda tertarik :p

Sesi tanya jawab dimulai. yang ditanyakan? mulai dari bagaimana memperbaiki citra negatif DPR, pembangunan gedung mewah DPR, dll. tapi yaaa… gitu deh jawabnya. Keluar konteks & bertele-tele. menurut saya tidak ada pertanyaan yang dijawab.

“Ide untuk membangun gedung baru karena gedung yang lama sudah pengap & untuk membentuk senter baru. Fasilitas mewah itu cuma isu. Cuma kemarin staff salah ngomong ada kolam renang”

Jadi, isunya dari staff dalem juga, pak? :))

Ketika saya me-live tweet dengan #LSDPR, lumayan banyak tanggapan dari teman seperkicauan. Senang rasanya masih banyak yang peduli dengan DPR dan beritanya, baik untuk alasan yang bagus atau jelek, eg: mengejek. Ada tanggapan dari salah satu teman:

“mikirin negara banget, emangnya negara mikirin?”

lalu saya balas:

“kalo nyokap lo dibilang gini sama temennya: ‘mikirin anak mulu, emang anak mikirin?’ … Gimana?”

Eh, dia nyesel ngajak debat. haha. tenang aja, saya terbuka dengan diskusi-diskusi seperti ini. I’m a not a politic expert myself, masih banyak yang harus dipelajari tp for pleasure aja.

Walaupun niat saya memakai kaos bertuliskan koruPSSI ke DPR gagal, namun pengalaman pertama ke DPR hari ini cukup bagus. Setidaknya saya mendapat konfirmasi tentang gaya berbicara dan bagaimana mereka menjawab pertanyaan. The questions remain…QUESTIONS!

Terakhir, saya setuju dengan komentar dari teman saya, Shara dalam tweetnya:

Kami jenuh dengan kinerja yg tidak baik untuk rakyat,tapi kami akan mendukung segala keputusan yang baik untuk rakyat, pak!

 

This slideshow requires JavaScript.

 

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “#LSDPR TRIP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s