Chance to Change

Ada pepatah lama yang bilang: ‘kesempatan tidak datang dua kali’. Saya sempat meyakini hal ini beberapa bulan yang lalu. Tapi kalau ingat pepatah lain yang bilang: ‘tidak ada yang tidak mungkin’, jadi kesempatan kedua itu pun termasuk…mungkin, kan? Tidak, tidak..saya tidak sedang membedah pepatah apapun. Mungkin gampangnya ya, waktu smp-sma gitu, pas lagi jaman-jamannya cinta monyet, kita pernah pacaran, berantem, putus, dsb. Pasti pernah dong ada mantan yang minta balikan dan minta kesempatan kedua? Did you give it? Atau, sebagai contoh lain, with another point of view, pas kita telat ngumpulin tugas, kita mengeluarkan segala macam jurus rayuan maut ke guru maupun dosen agar diberi kesempatan kedua hingga tetap bisa menyerahkan tugas. Apakah mereka bersedia memberikan kesempatan kedua tersebut?

Baru-baru ini salah satu kerabat dekat saya keluar dari tempat kerjanya. Dia sudah hampir 5 tahun keluar – masuk kantornya tersebut. Walaupun dia berganti-ganti pekerjaan/tempat kerja, tempat kerjanya yang lama ini selalu menerimanya kembali. Tentu kantornya telah memberikan banyak kesempatan kepada kerabat saya tersebut, tapi toh akhirnya ia keluar juga. Yang saya pelajari dari sini adalah, berapa kali pun kesempatan yang diberikan kepada seseorang kalau memang tidak cocok tentu akan terlihat dengan sendirinya. Either that office isn’t the right place for my friend, or, my friend doesn’t deserve that kind of job. Jadi, banyaknya kesempatan belum tentu bisa mempengaruhi perubahan. Semuanya kembali lagi ke niat masing-masing individu. They need to do something if they want to change, but only few people are really brave enough to do so.

Sama halnya dalam membina hubungan, berapa tahun pun lamanya pacaran kalau selama menjalin hubungan merasa tidak nyaman, yaaa…sama aja lagi bersandiwara. It’s about quality, guys, not quantity. Ada teman saya yang pacaran 7, 5, 3, 2 tahun,  ada yang sempat putus – nyambung dan beberapa memang jalan terus. But, in the end? Putus juga karena mempertahankan kuantitas hubungan yang belum tentu berkualitas. Kalau mau perubahan tentunya mereka harus berani keluar dari zona nyaman mereka.  Saya sendiri pernah menjalin hubungan yang lumayan lama dan sangat merasa nyaman saat itu, rasanya tidak bisa membayangkan kalau kami sampai berpisah and ended up becoming strangers to each other. Tapiiii, saya berpikir kala itu, buat apa mempertahankan kuantitas? Tentu awal-awalnya berat namun seperti yang sudah-sudah, saya bisa melaluinya. Tentu Anda sebelum-sebelumnya juga pernah nangis meraung ga karuan & mikir ‘I can not live without you’ bak bait-bait lagu romantis, tapi coba liat sekarang. Masih kepikiran dia kah? Atau mungkin malah ketawa geli ingat konyolnya Anda dulu? Kembali lagi ke pepatah yang telah saya sebutkan di awal: ‘tidak ada yang tidak mungkin’ dan  untuk itu juga lah Tuhan menciptakan ‘lupa’. Seberapa baik atau buruknya keadaan akan berubah. Jadi nikmatin aja saat-saat indah itu, dan bersabar dalam kesusahan karena… Everything changes, people!

Salah satu prinsip yang saya yakini dan belum tergoyahkan adalah: ‘saat kita kehilangan sesuatu, sebenernya kita tidak kehilangan hal tersebut. Tuhan sedang mempersiapkan pengganti yang lebih baik, kita hanya tinggal menunggu kapan’. Saya selalu percaya mendapat pengganti yang lebih baik. Percaya, adalah hal kedua yang harus dilakukan setelah niat, jika memang ingin melakukan perubahan. Setahun yang lalu, kerabat dekat saya baru membeli Blackberry Curve dan tidak sampai sebulan hilang karena kecopetan. Nah, karena waktu itu saya lagi ‘bener’, jadi saya hibur dia dengan prinsip ‘pengganti yang lebih baik’ tersebut. Tidak sampai sebulan juga dia dapat rezeki dan malah punya Blackberry Javelin yang tentunya lebih baik. See? Semua itu diganti, bukan dihilangkan kok. Tapi kadang kita suka ga sabaran dan malah memaki Tuhan tidak adil dengan mengambil apa yang kita pikir milik kita. Waktu penggantian tersebut memang tidak pasti kapan, tapi itu semua pasti terjadi. Hmm, probably the 3rd is to be patient, eh? Niat, percaya dan sabar aja.

If someone prays for patience, you think God gives them patience?

Or, does God give them the opportunity to be patient?

If someone prays for courage, you think God gives them courage?

Or, does God give them the opportunity to be courageous?

If someone prays  for the family to be closer, you think God zaps them with warm fuzzy feelings?

Or, does God give them opportunity to love each other?

Advertisements

2 thoughts on “Chance to Change

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s