Buku, Hujan dan Pelangi

Aku bukanlah sebuah buku. Yang bisa semua orang buka untuk dibaca dan ditutup kembali begitu saja. Bila ia tertarik akan tema yang ada di dalam buku itu, ia akan menyukainya, memujanya, membacanya berkali-kali dan mungkin akan hapal betul isinya. Bila tidak, jangankan membacanya, membukanya pun tak sudi. Mungkin di buka, terbuka, hanya sebatas rasa penasaran, dan di tutup, tertutup kembali. Atau mungkin, di biarkan terbuka, menggeletak begitu saja. Terbuka untuk orang lain yang tak sengaja membacanya.

Aku tidak seperti buku. Atau mungkin, ya, aku seperti buku. Kadang aku berpikir begitu. Ada yang membuka, mengacuhkan, mencemooh, membaca, meniliti, bahkan memuja. Tapi belum pernah ada yang mengerti apa isinya. Ingin ku sebut diriku sendiri sebuah buku. Tapi, buku macam apa aku ini? Tidak bisa dimengerti siapapun. Ingin ku mengerti buku ku sendiri, tapi terlalu banyak kata yang sulit diterjemahkan. Ingin ku ambil kamus, tapi malah terlalu banyak artian. Harfiah mana yang tepat untuk kata-kata yang yang telah ku tandai di buku ku?

saat tinta-tinta itu membasahi barisan yang ada di halamanku, membuat tetesan yang luruh tak beraturan. Saat tak ada yang membuka, membacaku, atau angin kuat yang menggoyahkan pena itu menyatu dengan kertas sehingga tintanya berceceran. Ingin rasanya ku robek halaman itu, berpindah ke halaman yang baru. Dengan tinta terbaik, pena yang kokoh lagi bersih. Tapi tak semudah itu, tak pernah aku sanggup merobeknya. Karena seberapa buruknya guratan di halamanku, saat itulah aku belajar menulis, membuat guratan yang lebih baik dan terkadang ku buka halaman-halaman sebelumnya untuk dapat ku membandingkan mana guratan yang baik dan tidak.

Ada pula saat ku dapati tulisan-tulisan itu terangkai indah di halamanku. Karena kata-kata itu tertulis dengan bermacam-macam warna. Seandainya saja bisa ku tulis semauku, isi dari buku ku, mungkin aku tak akan memerlukan warna-warna lain agar terbaca lebih indah. Tapi keindahan tidak tercipta oleh satu warna saja, mungkin itu sebabnya pelangi berwarna-warni. Aku ingin melihat pelangi setiap hari. Namun pelangi hanya ada saat hujan pergi dan hujan tidak datang setiap hari, tidak dapat dipastikan juga akan selalu ada pelangi setelahnya. jadi ku putuskan untuk membuat sendiri pelangiku, menggambarnya, memenuhi halamanku. Sayangnya, aku bukan penggambar sejati, yang handal membuat pelangi dengan sekali torehan saja. Lagipula, aku hanya punya satu warna, jadi aku butuh warna lain, tinta lain, sumber lain.

Pelangi ada saat hujan reda. Apakah bahagia memang harus selalu tercipta setelah menderita?

Jika ingin ku buat pelangiku, aku butuh warna lain, karena aku hanya memiliki satu warna.

Apakah kita butuh perasaan orang lain membaur dengan perasaan kita untuk mencipta bahagia yang sempurna?

Apakah selalu dibutuhkan orang lain untuk membuat kita bahagia?

Aku tidak tahu kata-kata apa yang akan menghiasi halamanku berikutnya. Aku juga belum ingin tutup buku. Masih banyak kata-kata yang harus kuterjemahkan dan pelajari.

Hmm ya, sekarang aku menyebut diriku seperti buku. Siapa saja boleh dan bisa, membacanya dan menutupnya kapan saja. Tapi tidak semua yang telah membacanya, dapat memahami isi buku ku. ada halaman yang terbuat dari kertas rapuh seperti peta harta karun yang berumur ratusan tahun, mudah dimusnahkan. Tapi ada juga halaman yang terbuat dari batu, you either should let it stay strongly as long as you live, or destroy & forget it, forever.

Maybe I’m a book. I have readers of my own genre – but them, hardly knows the real meaning of my book. You cant ask the author, cause I cant, either. Just simply ask the writer 🙂

So pals, thanks for sharing your colors with me. I hope the ink lasts forever, so we don’t need the rain to make a rainbow, together, in our book, anytime.

Advertisements

2 thoughts on “Buku, Hujan dan Pelangi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s