10 mins Yayy or Nayy for Prita

Hari ini  di kelas, Dosen saya memberikan tugas: Membuat suatu komunitas untuk bergerak online dan offline dalam membantu terkumpulnya recehan sejumlah Rp. 204 juta untuk kasus Prita dan RS Omni, dan ada bukti foto ketika kami tengah menyumbang. Tapiiii, tugas ini choose-able. seisi kelas harus setuju mengerjakan tugas ini atau tidak sama sekali. beliau keluar kelas dan memberikan kami waktu 10 menit untuk berdiskusi. saya pikiiirrrr, dengan polosnyaaaa, akan banyak yang setuju dan tentu proyek satu kelas ini bakal mengasyikan. kelas mulai berisik dan sang ‘Ibu’ ketua kelas berdiri di depan kelas untuk voting.

DANG! banyak yang tidak setuju mengerjakan tugas ini. di luar dari jiwa sosial mereka ya, kalo masalah nyumbang-nyumbang aja sih mereka pasti sangat mampu, apalagi cuma recehan :p . Nah, jadi saya penasaran apa alasan mereka. saya sempat memberi masukan dan seisi kelas diam mendengarkan celotehan saya. entah karena saya terlalu bersemangat bicaranya atau memang mereka penasaran sama saran saya. tapi, ujung-ujungnya mereka malah bilang “yaudah kan lo yang paling semangat. lo aja jadi Ketua terus lo yang ngerjain. kan satu orang juga cukup online-offline aja”. saya masih penasaran dan memutuskan diam demi mendengarkan mereka berargumen. ada yang jawab “apa sih? emang kasus apa? Prita siapa?” yang bilang adalah orang yang sama yang tidak tahu Bibit-Chandra itu satu atau dua orang!! ada lagi yang bilang “ah gue gak tau masalahnya apa”, “ah paling ujung-ujungnya kepentingan pemerintah” naaahh yang ini sepertinya betul-betul tidak tahu siapa Prita, RS Omni, gerakan Koin Keadilan, tapi sok-sok-an nyeletuk. ada lagi yang sambil bercanda bilang “gw aja gak tau Omni dimana, ngapain sih ikut-ikut”, “yaelah lima ratus perak nyumbangnya, mahalan ongkosnya ke tempat nyumbangnya”, dan jawaban yang paling umum dilontarkan oleh setiap mahasiswa ketika diberi tugas apapun “ah males banget sih di bikin tugas segala”.

akhirnya Dosen saya masuk ke dalam kelas dan teman saya langsung bilang dengan lantangnya  “Pak, kita memutuskan untuk ga ngerjain”. saya pikir Dosen saya akan kasih saran, pandangan atau sebab-sebab kita lebih baik mengerjakan tugas ini, tapi dia cuma jawab “oh yaudah kalo gitu, kita sekarang masuk ke Bab selanjutnya”.

nah, the point is, kok saya ngerasa anak muda jaman sekarang, udah punya gadget canggih-canggih tapi tidak di maksimalkan gitu. saya sendiri juga bukan termasuk orang yang melek berita, tapi at least saya tahu Bibit-Chandra adalah nama untuk dua orang yang berbeda dan sedang berlangsung gerakan Koin Keadilan yang mengumpulkan sumbangan untuk membayar denda kasus Prita vs RS Omni berupa recehan. setidaknya, saya memanfaatkan anugerah adanya Twitter dan Blackberry pada jaman saya sekarang. saya bisa follow sumber-sumber berita dan membaca headline mereka tentang isu-isu yang tengah terjadi. daaaannnn..mungkin kalau menarik dan agak rajin saya buka link nya dan mencoba mencerna per kata yang ada.

bukan maksud saya sama sekali menjelek-jelekan teman-teman saya yang tidak melek berita. sama sekali tidak. karena saya juga tidak sepenuhnya melek berita, guys. tapi, saya cuma ingin mengingatkan untuk, paling tidak, tahu garis besar masalah yang tengah berlangsung. masa kalah sama penjual koran di lampu merah yang setiap hari tahu headlines koran-koran Ibukota.

** gimana kalo ga punya internet di rumah?

kan sekarang banyak warnet tuh, fasilitas Wi-Fi gratis dimana-mana. bahkan kalo di kampus saya, banyak area yang berfasilitas Wi-Fi.

** gimana kalo ga punya laptop atau komputer?

bisa di warnet kok.  biasanya mereka juga menyediakan paket untuk para pelajar. apalagi di dekat area kampus-kampus, pasti bejibun warnet. nah, fyi, ada satu warnet langganan saya dulu yang menyediakan paket pelajar hanya Rp. 10.000,- selama 3 jam, terletak di jl.mampang, dekat shelter busway.

** gimana kalo ga punya handphone berinternet?

jawabannya tetap sama dengan yang di atas  -___-

** gimana kalo punya handphone berinternet tapi ga punya account Twitter?

yaaa buat account Twitter dooonnggg.

** cara buat account Twitter gimana?

kalo ditanya begini, saya balik nanya dulu “Mas/Mbak, bisa bahasa inggirs gak?”. kalo bisa, buka www.Twitter.com nah terus cari tulisan Sign up now atau https://twitter.com/signup terus..terus..lengkapi deh kolom-kolom yang harus di isi. kalo ga bisa bahas inggris, saya tanya lagi “punya kamus bahasa Indonesia-Inggris ga?”. kalo punya di pake, kalo ga, yaaa pinjem.

beberapa ini account Twitter dari sumber berita lokal dan luar yang saya follow di account Twitter saya:

@cnnbrk

@kompasdotcom

@oke_zone

@JakartaToday

@tweetdetik

atau buka http://www.dmoz.org/World/Bahasa_Indonesia/Berita/Koran/ untuk melihat daftar berita online.

udah yah, saya capek jawab-jawab pertanyaan gimana-gimana yang umumnya ditanyain. tapi, kalo ada teman-teman yang mempunyai saran yang lebih efektif agar kita sebagai generasi muda lebih melek berita (termasuk saya :p), boleh di sharing aja. kan sama-sama belajar jadi lebih rajin dan gak tulalit.

nah, kalo yang mau bantu Ibu Prita Mulyasari, bisa datang ke lokasi-lokasi berikut:

  • JAKARTA: Wetiga (Warung Wedangan W-Fi), Jalan Langsat 1/3A, Kramat Pela, Jakarta Selatan. Sore sampai dini hari (Minggu tutup). Peta
  • JAKARTA: Pos Koin Peduli Prita – Tebet, Jalan Tebet Barat Dalam IX D Nomor 33 – Jakarta atau kontak Dicky Darwis – 021 92506108/0817797957. Peta Koprol & Peta Google
  • JAKARTA: Pos Koin Peduli Prita – PKKSI BKF DepKeu Gedung RM Notohamiprodjo Lt.7, Jalan Dr. Wahidin Raya Nomor 1 Jakarta – 10710 atau kontak Muflih Agus Ahmadi – 081288939353
  • BANDUNG: Tobucil & klabs,  Jalan Aceh 56 Bandung 40113 t/f. +62 22 4261548 atau  kontak; Wiku Baskoro – 022-4261548. Jam 9 pagi hingga jam 8 malam.  Peta & panduan arah
  • BANDUNG: Yayasan kalyANamandira Jalan Klininingan III 9B Buahbatu – Bandung t/f. +62 22 7323003 – 08562038434  kontak Ijul, Zamzam & Erus. Terbuka 24 jamPeta & foto
  • BANDUNG: Omuniuum, Jalan Ciumbuleuit 151 B lt. 2 – Bandung 40141 t/f. +62 22 2038279 atau kontak Iit – 0811221553. Setiap hari, jam 10 pagi – 10 malam.
  • YOGYAKARTA: ANGKRINGQ Cafe, Jalan Pandega Satya Nomor 10 Kaliurang Km 5,3 Yogyakarta t/f. +62 274 586266 atau kontak; Fachry – 0817441165 & Nana – 081804166735. Jam 10 pagi hingga jam 11 malam
  • YOGYAKARTA: Female Radio Jogja, Jalan Yos Sudarso 27A, Kota Baru – Yogyakarta atau kontak Dian Purnomo – 081326151767
  • BALI: SLOKA institute, Jalan Noja Ayung 3 Gatsu Timur – Denpasar atau kontak Luh De Suriyani – 08123986124, Selasa – Jumat  jam 10 pagi hingga 4 sore
  • SAMARINDA: Warnet Groovy, depan STMIK WICIDA, Jalan M. Yamin 80 RT 28 – Samarinda atau kontak Adam Febrianata – 085246811220
  • PALEMBANG: Sriwijaya FM, Jalan Kasnaryansah 66 Palembang atau kontak Sekar – 08197870878 & Arie – 08117101090
  • ACEH: Rumah Blogger Aceh, Jalan Taman Ratu Safiatuddin Lr, Kupula II Nomor 1 Lambaro Skep – Banda Aceh atau kontak Muhammad Baiquni 08126963699 – Fadli Idris 0812697071
  • PALU: SMPN Model Terpadu Madani, Jalan Sukarno-Hatta Kelurahan Talise, Palu – Sulawesi Tengah t/f. +62 451 4740776  atau kontak Dian Candra Anggraini – 081341017148. Jam 7 pagi hingga 1 siang
  • SURABAYA: Pernikmuslim.com, Jalan Semolowaru Elok Blok AJ Nomor 20 – Surabaya t/f. +62 31 60103503 atau kontak Ima  +62 31 5932918 atau Imam – 08563364677. Jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Catatan: kalau tidak dapat mengantarkan koin Pos Koin ini dapat menjemput koin-koin tersebut asalkan penyumbang berdomisili di Surabaya.

Koin Peduli Prita:

  • JAKARTA: Markas Sehat – 71284653, Komplek PWR no 60 Jatipadang, Ragunan, Jakarta Selatan
  • SAWANGAN: Samsul NA : 0818-769284, Puri Anggrek Mas Blok D 2 no 4 Pancoranmas, Sawangan, Depok
  • BINTARO: Esti Gunawan : 0811 101497, Cimandiri V blok FF1 No. 36 Bintaro Jaya, Banten
  • SERPONG: Albert/Ria – 0811873004, Jl Raya Kelapa Sawit BD 12 No 22, Gading Serpong
  • JAKARTA: Lia – 081318877223, Jl Balimatraman, Al-Ikhlas II no.21 TR14/05, Manggarai Selatan, Tebet
  • BOGOR: Della Najla – Hp : 081513162427, Jl. Pekojan no. 45, Empang, Bogor
  • TANGERANG: Heni Nuraina – 08128085617, Medang lestari D III B 103, Tangerang

masih bingung? malas baca? atau ga ngerti?

yaaa, generasi pemalas, silakan klik  www.KoinKeadilan.com untuk lebih jelasnya deh.

Advertisements

7 thoughts on “10 mins Yayy or Nayy for Prita

  1. Wah parag tuh klo ada yang ampe g tau, gw yakin pasti cina tuh yang ngomong, suruh melek aja matanya biar bisa liat, ato deportasi aja, giliran ngembat freemags aja cepet, giliran berita ga tau apa2

  2. Gak nyangka juga dengan jawaban teman2 di kelas ya. Dari sekian kelas, ada juga kelas yang memutuskan gak mau membantu Prita. Tapi, keputusan sudah diambil, dan harus dihargai kan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s